Program Umum

PROGRAM UMUM

GEMABUDHI

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A. PENGERTIAN

 

1.     Program Umum GEMABUDHI adalah Pokok-Pokok Program yang dirancang, disusun dan disajikan oleh Musyawarah Nasional untuk masa 5 (lima) tahun mendatang.

 

2.     Program Umum ini pada hakekatnya merupakan ruang lingkup kegiatan GEMABUDHI yang terpadu dan terarah serta berlangsung terus menerus secara berkesinambungan yang berbentuk pokok-pokok program dalam rangka upaya :

 

a.     Meningkatkan peran serta generasi muda Buddhis dalam rangka mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

 

b.     Mengembangkan kualitas sumber daya generasi muda Buddhis bersama dengan Lembaga/Institusi/Yayasan Dharma lainnya untuk menyongsong Indonesia baru sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.

 

3.     Pokok-Pokok Program ini beserta program pelaksanaannya merupakan pedoman yang mengikat untuk dilaksanakan oleh segenap pengurus dan generasi muda Buddhis.

 

 

B.  MAKSUD DAN TUJUAN

 

1.     Maksud program umum ini adalah untuk memberikan batasan dan kerangka acuan operasional bagi GEMABUDHI sehingga secara nyata dapat dikerjakan serta dapat dirasakan manfaatnya oleh generasi muda Buddhis.

 

2.     Tujuan program ini adalah tercapainya sasaran yang diinginkan oleh GEMABUDHI dalam kurun waktu 5 (lima) tahun mendatang.

 

 

C.  SASARAN

 

Tercapainya tujuan GEMABUDHI sebagaimana diamanatkan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, melalui pelaksanaan pokok-pokok program GEMABUDHI akan sangat ditentukan oleh seberapa jauh sasaran yang dapat dicapai, baik ke dalam maupun ke luar dalam kurun waktu 5 (lima) tahun mendatang yaitu :

 

1.     SASARAN KE DALAM

 

a.     Semakin memantapkan GEMABUDHI sebagai organisasi keagamaan yang berbobot, dewasa dan berkualitas serta berakar di tengah umat generasi muda Buddhis.

 

b.     Meningkatkan kemampuan dan peran generasi muda Buddhis yang berorientasi pembangunan melalui pendidikan pembinaan dan pengembangan wawasan.

 

c.     Meningkatkan fungsi, peranan dan efektifitas perangkat organisasi GEMABUDHI seluruh Indonesia dengan menghimpun dan mengoptimalkan segenap potensi sumber daya manusia yang ada.

 

d.     Memantapkan pemahaman dan pengalaman generasi muda Buddhis dalam rangka semakin memperkokoh moral spiritual generasi muda Buddhis.

 

e.     Meningkatkan kepekaan dan kepedulian sosial terhadap generasi muda Buddhis.

 

f.      Mengupayakan pengadaan sarana dan prasarana ibadah yang memadai sesuai dengan hakekat Buddha Dharma.

 

2.     SASARAN KELUAR

 

a.     Meningkatkan kepekaan dan kepedulian sosial GEMABUDHI terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia.

 

b.     Mendorong dan membangkitkan gairah generasi muda Buddhis untuk berperan nyata dan positif dalam turut mengembangkan kehidupan beragama yang sehat, dinamis dan konstruktif.

 

c.     Terwujudnya saling pengertian antar generasi muda Buddhis dengan umat beragama lainnya dan antara generasi muda Buddhis dengan pemerintah guna memantapkan kerukunan hidup beragama di seluruh wilayah nusantara.

 

 

D. LANDASAN

 

Program umum GEMABUDHI ini disusun berdasarkan kepada :

1.     Pancasila sebagai landasan idiil

2.     UUD 1945 sebagai landasan Konstitusional

3.     Buddha Dharma sebagai landasan spiritual

4.     AD dan ART sebagai landasan organisatoris.

 

 

E.  RUANG LINGKUP

 

Ruang lingkup program umum ini mencakup :

 

1.     Peningkatan dan pemantapan konsolidasi GEMABUDHI untuk secara lebih meluas dan mendalam dengan sasaran yang lebih dipertajam pada penyatuan dan persamaan visi, persepsi dan interpretasi mengenai pembinaan, penghayatan, dan pengamalan Dharma.

 

2.     Peningkatan dan pemantapan peranan GEMABUDHI sebagai organisasi keagamaan dan meningkatkan keimanan dan keyakinan generasi muda Buddhis terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

 

3.     Penjabaran fungsi, tugas, dan tanggung jawab GEMABUDHI sebagai organisasi keagamaan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.

 

4.     Peningkatan dan pemantapan peran GEMABUDHI sebagai organisasi kemasyarakatan pemuda yang bersifat keagamaan.

 

 

BAB II

ASAS, MODAL DASAR DAN SIKAP DASAR

 

A.  ASAS-ASAS PELAKSANAAN PROGRAM

 

1.     Asas Manfaat

Bahwa segala usaha dan pelaksanaan program harus bermanfaat bagi kemanusiaan, bagi peningkatan kesejahteraan lahir dan kebahagiaan batin, serta pengembangan Buddha Dharma.

 

2.     Asas Usaha Bersama

Bahwa segala usaha untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan harus merupakan tanggung jawab atau usaha bersama dari seluruh generasi muda Buddhis secara terpadu.

 

3.     Asas Kekeluargaan

Bahwa pelaksanaan program harus diupayakan melalui musyawarah untuk mencapai mufakat dan dengan semangat gotong royong serta dijiwai semangat kekeluargaan.

 

4.     Asas Keyakinan Iman

Bahwa semua program yang dicanangkan dan segenap upaya yang dilakukan bersumber dari semangat yang dijiwai pengabdian Dharma.

 

5.     Asas Keseimbangan

Bahwa segala usaha dan pelaksanaan program harus memperhatikan asas keseimbangan, antara lain keseimbangan pembinaan fisik dan mental, antara kebutuhan materiil dan spiritual, antara kepentingan individu dan masyarakat, dan antara pengabdian kepada agama dan Negara.

 

6.     Asas Kesinambungan

Bahwa pelaksanaan program harus diupayakan menerus berkelanjutan sampai tercapainya tujuan yang diinginkan oleh GEMABUDHI dan generasi muda Buddhis.

 

 

B. MODAL DASAR

 

Modal dasar pelaksanaan pokok-pokok program yang dimiliki GEMABUDHI

 

1.     Kemerdekaan dan kedaulatan bangsa Indonesia

 

2.     Kepercayaan bangsa Indonesia atas Ketuhanan Yang Maha Esa

 

3.     Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

 

4.     Keimanan dan keyakinan generasi muda Buddhis terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan keyakinan terhadap Buddha Dharma merupakan modal sikap mental yang dapat menggerakkan semangat dharma bhakti umat untuk melaksanakan program.

 

5.     Modal Budaya, yakni budaya generasi muda Buddhis yang telah tertanam dan berkembang sepanjang sejarah kehidupan beragama, khususnya budaya kekeluargaan dalam kehidupan bermasyarakat.

 

 

C.  SIKAP DASAR

 

Dalam melaksanakan Pokok-pokok program ini, GEMABUDHI senantiasa berpegang teguh pada sihap dasarnya yaitu :

 

1.     Mengamankan, mengamalkan dlan melestarikan Pancasila sebagaimana termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945; sebagai dasar negara kesatuan Republik Indonesia dan idiologi nasional, falsafiah dan pandangan hidup bangsa Indonesia bagi kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

 

2.     Mempertahankan tetap tegak dan utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang demokratis berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

 

3.     Memelihara dan memantapkan Trilogi Kerukunan Hidup Beragama di Tanah Air dalam upaya mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia yaitu masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

 

4.     Meiaksanakan tanggung jawab dan peranan GEMABUDHI sebagai organisasi kemasyarakatan pemuda dalam upaya memantapkan keimanan dan keyakinan generasi muda Buddhis.

 

5.     Meningkatkan dan mengembangkan pemahaman terhadap Buddha Dharma sehingga GEMABUDHI mampu berperan sebagai motivator moral, etik dan spiritual dalam meningkatkan dharma bakti generasi muda Buddhis kepada agama, bangsa dan negara.

 

6.     Memelihara dan menjaga Buddha Dharma agar tetap hidup lestari sebagai mata air kebenaran untuk mencerahkan kehidupan lahir dan batin umat manusia.

 

 

BAB III

FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

 

Berbagai faktor, baik yang bersifat merrdukung maupun yang bersifat menghambat, yang diperkirakan akan dihadapi dan perlu mendapatkan perhatian yang sunguh-sunguh dalam pelaksanaan pakok-pokok program ini pada kurun waktu 5 (lima) tahun mendatang.

 

A.   FAKTOR PENDUKUNG

 

1.   Banyaknya generasi muda Buddhis yang tersebar di berbagai lapisan masyarakat yang belum terhimpun dalam pembinaan GEMABUDHI tetapi sesungguhnya sudah rnelaksanakan Dharma dalam kehidupan sehari-hari.

 

2    Bermunculannya kader-kader generasi muda Buddhis yang potensial dalam GEMABUDHI.

 

3.   Tingginya semangat dan pengabdian para pimpinan GEMABUDHI untuk mengembangkan GEMABUDHI guna kepentingan bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia.

 

4.   Adanya minat dan kemauan masyarakat untuk lebih mengenal ajaran GEMABUDHI.

 

5.   Keutuhan dan keterpaduan sikap keluarga besar generasi muda Buddhis dalam menghadapi segala ancaman, hambatan dan tantanqan terhadap Dharma.

 

6.   Keberhasilan konsolidasi GEMABUDHI melalui pembinaan terus menerus selama ini baik menyangkut kesamaan dan kesatuan visi, persepsi dan wawasan Buddha Dharma maupun potensi anggota dan kader yang dimiliki GEMABUDHI merupakan kekuatan pendorong bagi terlaksananya program-program GEMABUDHI di masa mendatang.

 

B.   FAKTOR PENGHAMBAT

 

1.    FAKTOR INTERNAL

 

a.     Kurang mendalamnya pemahaman, wawasan kedharmaaan yang dimiliki sebagian anggota, kader, anggota maupun pimpinan GEMABUDHI.

 

b.     Belum efektif dan tidak konsistennya sistem dan pelaksanaan kaderisasi serta regenerasi di tubuh segenap organisasi Buddhis.

 

c.     Kualitas sumber daya generasi muda Buddhis yang belum memadai untuk mengantisipasi perkembangan kehidupan bermasyarakat di Tanah Air, baik dalam bidang keagamaan maupun dafam bidang manajemen dan kepemimpinan.

 

d.     Terbatasnya sumber dana, sarana dan prasarana yang memadai guna menunjang pelaksanaan program GEMABUDHI.

 

e.     Kurangnya penerangan mengenai kedharmaan baik ke dalam maupun keluar, baik secara horizontal maupun vertikal.

 

f.      Kurangnya komunikasi antara sesama pimpinan GEMABUDHI maupun antara pimpinan GEMABUDHI dengan generasi muda Buddhis.

 

 

2.     FAKTOR EKSTERNAL

 

Faktor eksternal lebih banyak disebabkan masih adanya berbagai pandangan keliru masyarakat dan sebagian pejabat pemerintah, baik disadari maupun tidak disadari. terhadap visi, persepsi dan wawasan generasi muda Buddhis di Indonesia.

 

Kekeliruan pandangan tersebut antara lain :

 

a.     Pengembangan Buddha Dharma diidentikkan dengan pengembangan budaya Cina.

 

b.     Adanya anggapan bahwa generasi muda Buddhis bersifat ekslusive.

 

c.     Modernisasi yang ditafsirkan keliru sebagai budaya kebarat-baratan menyebabkan erosi budaya timur yang cenderung tradisional.

 

d.     Ajaran Buddha Dharma yang dianggap sudah kuno, ketinggalan zaman dan primitif sehingga tidak lagi mempunyai kemampuan untuk menjawab tantangan jaman.

 

 

BAB IV

POKOK-POKOK PROGRAM

 

Sesuai dengan ruang lingkupnya, masa pokok-pokok program GEMABUDHI mencakup 5 (lima) sukses, yang meliputi Konsolidasi, Sarana dan Prasarana, Upacara, Pelayanan Umat dan Masyarakat serta Pendidikan dan Pelatihan.

 

1.   SUKSES KONSOLIDASI

 

a.   Konsolidasi Organisasi

 

1.     Keanggotaan

 

a.     Mengembangkan dan memantapkan sistim pendataan dan rekruitmen anggota GEMABUDHI melalui koordinasi dengan DPD I, DPD II dan cabang yang berpedoman pada tertib administrasi agar tertata dengan baik.

 

b.     Meningkatkan kemampuan anggota GEMABUDHI sebagai generasi muda Buddhis yang mendalami dan mengamalkan Buddha Dharma sekaligus sebagai duta pembangunan yang peka dan tanggap terhadap aspirasi generasi muda Buddhis.

 

c.     Meningkatkan dan menjalin kerjasama yang serasi dan harmonis antar pimpinan GEMABUDHI dimanapun dia berada agar tetap terpelihara rasa kebersamaan, kesetiakawanan dan kegotong-royongan di antara generasi muda Buddhis.

 

d.     Meningkatkan kualitas generasi muda Buddhis sebagai kader yang siap melayani kepentingan tanpa pamrih.

 

e.     Meningkatkan pembinaan dan pengembangan anggota GEMABUDHI sehingga mampu menjadi panutan di lingkungan Wihara/Cetya masing-masing untuk kemudian didharmabaktikan bagi kepentingan bangsa dan Negara.

 

2.     Kelembagaan

 

a.     Mengatur pembagian tugas diantara fungsionaris pengurus organisasi dan jenis keanggotaan disetiap jenjang sehingga setiap pengurus mengetahui dengan jelas tentang tugas, tangung jawab dan hak serta kewajibannya masing-masing.

 

b.     Menyelenggarakan mekanisme kerja kepengurusan yang berpedoman kepada tata kerja yang telah disepakati sesuai dengan asas kebersamaan dalam kekeluargaan.

 

c.     Meningkatkan kerjasama yang harmonis dan terpadra antara GEMABUDHI dengan Institusi lainnya yang mempunyai ikatan historis dan moral spiritual, seperti Pemuda Wihara/Cetya/Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Buddha/ Keluarga Mahasiswa Buddhis dalam menyerap dan memperjuangkan aspirasi umat.

 

d.     Mengatur jenjang keanggotaan yang lebih selektif guna mendayagunakan secara tepat misi, fungsi dan peranan anggota GEMABUDHI dalam rangka pelaksanaan pokok-pokok program.

 

3.     Administrasi

 

a.     Melaksanakan tertib administrasi surat, menyurat, baik surat masuk maupun surat keluar, agar dapat terlaksananya program surat menyurat yang praktis dan efektif.

 

b.     Penataan arsip dan dokumen organisasi secara profesional agar senantiasa dapat dengan mudah dan cepat ditemukan kembali apabila diperlukan.

 

c.     Mengatur klasifikasi, kekuatan, wewenang dan prosedur surat keluar maupun surat masuk untuk setiap pengurus GEMABUDHI sesuai jenjangnya.

 

4.     Pendanaan

 

a.     Memantapkan dan meningkatkan sumber dana tetap yang bertumpu kepada kemampuan intern GEMABUDHI melalui pengelolaan dana secara profesional sesuai dengan asas-asas manajemen keuangan yang lazim dipergunakan.

 

b.     Mewujudkan suasana dan pengelolaan keuangan yang sehat dalam rangka menghimpun sumber pendanaan yang tidak mengikat dari para simpatisan dan donatur GEMABUDHI.

 

c.     Mendorong peningkatan daya guna pendanaan agar tercapai pemanfaatan dana yang dimiliki dengan optimal dan efisiensi sebagai rasa tanggung jawab moral dan material kepada seluruh donatur yang telah mempercayakan dananya untuk pelaksanaan program-program GEMABUDHI.

 

5.     Pembinaan Wilayah

 

a.     Meningkatkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan GEMABUDHI khususnya dalam rangka semakin memperkokoh persatuan dan kesatuan generasi muda Buddhis.

 

b.     Mewujudkan dan memantapkan kesesuaian sikap dan tindakan seluruh anggota GEMABUDHI dalam melaksanakan program-program GEMABUDHI melalui pembinaan dan bimbingan yang berkesinambungan.

 

 

b.   Konsolidasi Wawasan

 

1.     Pemantapan Pemahaman Buddha Dharma

 

a.     Menggali dan mengembangkan Buddha Dharma sebagai sumber motivasi pengabdian generasi muda Buddhis bagi nusa dan bangsa.

 

b.     Menyamakan dan menyatukan visi, persepsi dan interprestasi segenap anggota GEMABUDHI tentang hakekat Wawasan Dharma dalam rangka keseimbangan pengabdian kepada agama dan negara.

 

c.     Meningkatkan dan memantapkan wawasan Dharma seluruh jajaran generasi muda Buddhis sebagai upaya memupuk, memelihara dan memperkokoh keyakinan Dharma sebagai prasyarat mutlak yang diperlukan bagi terlaksananya program­-program GEMABUDHI.

 

2.     Wawasan Kebangsaan

 

a.     Melanjutkan berbagai upaya peningkatan pemahaman dan penghayatan wawasan kebangsaan yang bertumpu kepada Wawasan Nusantara dikalangan generasi muda Buddhis sehingga segenap lapisan generasi muda Buddhis mampu berperan sebagai kesatuan potensi bangsa yang utuh dan tak terpisahkan.

 

b.     Meningkatkan dan memantapkan kesadaran bela negara generasi muda Buddhis dalam rangka peran serta mewujudkan Kesadaran Nasional yang mampu mendorong laju Pembangunan Nasional guna mencapai masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

 

c.     Membina dan berperan aktif dalam meningkatkan tanggung jawab generasi muda Buddhis untuk mensukseskan Pemilu, antara lain dengan penuh keyakinan menggunakan hak pilihnya dalarn Pemilu.

 

3.     Kepedulian Terhadap Lingkungan Hidup

 

a.     Meningkatkan kepedulian generasi muda Buddhis terhadap keseimbangan alam dan kelestarian lingkungan hidup di sekitarnya agar dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat.

 

b.     Membangkitkan kesadaran anggota GEMABUDHI untuk menghembat pemakaian sumber daya alam yang terbatas seperti antara lain : air, listrik dan bhan baker, agar dapat menjadi panutan dan memberikan ketauladan secara nyata di lingkungan masing-masing.

 

4.     Hubungan Wihara/Cetya Dengan Masyarakat Sekitar

 

a.     Terus menerus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan masyarakat sekitar Wihara/Cetya dalam menggalang kebersamaan untuk membangun daerah masing-masing.

 

b.     Mendorong dan mendukung pelaksanaan kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan sesuai dengan karakteristik wilayah yang bersangkutan.

 

c.     Bekerjasama dengan tokoh-tokoh rnasyarakat dalam mengupayakan terciptanya suasana kerukunan hidup keluarga dan masyarakat dalam semangat sosial melalui berbagai aktifitas sosial keagamaan seperti : orang tua asuh, orang tua jompo; paguyuban kematian, dan lain-lain.

 

c.   Konsolidasi Komunikasi

 

1.     Komunikasi Intern Generasi Muda Buddhis

 

a.     Mernbangun hubungan komunikasi dari oleh dan untuk generasi muda Buddhis dengan saling kunjung mengunjungi, khususnya dalam peringatan hari-hari raya keagamaan maupun kegiatan kekeluargaan lainnya.

 

b.     Mendorong minat membaca dan menulis serta menyediakan sarana pendukungnya bagi generasi muda Buddhis.

 

2.     Komunikasi Antar Pengurus Dengan Anggota

 

a.     Mengembangkan hubungan yang harmonis dan serasi antar para pengurus GEMABUDHI disetiap jenjang kepengurusan dalam rangka menciptakan suasana kebersamaan dan kekeluargaan.

 

b.     Membangun jalur komunikasi dua arah antara pengurus dengan umat dan antara umat dengan pengurus GEMABUDHI sebagai salah satu sarana mendapatkan umpan balik atas segala persoalan dan kebutuhan generasi muda Buddhis.

 

c.     Menyelenggarakan berbagai pertemuan seperti : forum diskusi, seminar,symposium maupun dialog dan tatap muka antara pengurus dan umat dalam rangka memberikan penjelasan terhadap pelaksanaan Program Kerja GEMABUDHI.

 

 

 

 

 

3.     Komunikasi Antar generasi muda Buddhis

 

Mengalang kerja sama dengan institusi kepemudaan dan kemahasiswaan Buddhis, untuk secara bersama-sama memantapkan kesatuan dan persatuan berdasarkan sikap saling hormat menghormati pada keyakinan masing-masing.

 

4.     Komunikasi Antara GEMABUDHI Dengan OKP Lainnya

 

a.     Menjalin hubungan yang erat dan saling pengertian antara GEMABUDHI dengan OKP lainnya sesuai dengan azas Pancasila guna membina dan memantapkan kerukunan kehidupan beragama di Indonesia.

 

b.     Terus memupuk sikap saling mengharmati kepercayaan dan keyakinan masing masing serta berupaya membantu pelaksanaan ibadah umat beragama lain, antara lain dengan menjaga suasana sejuk dan harmonis.

 

c.     Menggalang dan meningkatkan kerjasama serta bahu membahu dengan berbagai OKP lainnya dalam rangka memantapkan stabilitas di Wilayah Nusantara.

 

5.     Komunikasi Antara GEMABUDHI Dengan Pemerintah

 

a.     Meningkatkan komunikasi dan dialog antara Pemerintah dengan GEMABUDHI dan antara GEMABUDHI dengan Pemerintah guna menciptakan saling pengertian dalam semangat kemitraan sesuai dengan fungsi dan tujuan GEMABUDHI.

 

b.     Memberikan dan meningkatkan sumbang saran serta pemikiran-pemikiran GEMABUDHI dalam rangka pembinaan kehidupan beragama di Indonesia yang sehat clan dinamis menuju masyarakat modem yang tetap bertumpu pada sifat religius.

 

2.   SUKSES SARANA DAN PRASARANA

 

a.     Pedoman atribut GEMABUDHI yang memuat antara lain prosedur perolehan, bentuk, warna, tingkatan dan penggunaan serta tatacara pemakaian / pemasangan :

 

1. Seragam Anggota

 

2. Seragam Pengurus

 

3. Lencana GEMABUDHI

 

4. Papan Nama  GEMABUDHI

 

5. Kop Surat dan stempel GEMABUDHI

 

6. Petaka / Bendera GEMABUDHI

 

f.      Mengupayakan kantor/sekretariat GEMABUDHI yang permanen guna mencapai hasil kerja yang maksimal

 

 

4.   SUKSES PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

 

a.     Mengupayakan pembinaan anggota GEMABUDHI yang berkualitas dalam rangka pengembangan sumber daya rnanusia sebagai pengabdian GEMABUDHI kepada agama, bangsa dan Negara.

 

b.     Mendarong terciptanya pola dan mekanisme pembinaan serta pengembangan kualitas anggota GEMABUDHI.

 

c.     Mendorong motivasi anggota GEMABUDHI agar dapat dan berupaya meningkatkan kualitas dirinya sendiri guna berkarya nyata dalam berbagai kegiatan/ pengabdiannya.

d.     Meningkatkan pengalaman dan kematangan kualitas spiritual para anggota GEMABUDHI serta kemampuan berorganisasi sesuai dengan manajemen dan kepemimpinan Dharma.

 

e.     Mewujudkan peran GEMABUDHI sebagai wadah penempaan keimanan dan keyakinan umat Dharma.

 

 

 

 

BAB V

PELAKSANAAN

 

A.     Pelaksanaan program umum ini menjadi tanggungjawab DPP GEMABUDHI masa bakti 2008 – 2013 yang dalam pelaksanaannya melibatkan seluruh jajaran dan anggota serta generasi muda Buddhis.

 

B.     Agar supaya dapat terlaksana sebagaimana mestinya maka program umum ini perlu dijabarkan lebih lanjut dalam program yang meliputi rencana kegiatan jangka pendek, rencana kegiatan jangka menengah dan rencana kegiatan jangka panjang yang disusun dan ditetapkan serta dilaksanakan oleh DPP GEMABUDHI.

 

C.     Pelaksanaan program umum ini senantiasa akan dinilai setiap tahun dalam rapat kerja dan atau rapat pengurus GEMABUDHI

 

D.     Setiap lima tahun sekali program umum ini akan ditinjau kembali dan dilakukan evaluasi tahap akhir dalam Musyawarah Nasional II GEMABUDHI

 

 

BAB VI

PENUTUP

 

Keberhasilan pelaksanaan program umum ini pada akhirnya berpulang pada partisipasi segenap anggota GEMABUDHI dan seluruh generasi muda Buddhis untuk berperan aktif secara nyata sesuai dengan potensi, kemampuan dan kematangan masing-masing dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan sehingga terjalin kerjasama yang serasi dan harmonis yang dijiwai oleh semangat pengabdian yang tinggi dan rasa tanggungjawab untuk menghadapi tuntutan kebutuhan generasi muda Buddhis dan dinamika pembangunan bangsa di masa mendatang.

 

 

Ditetapkan di    : Cisarua, Jawa Barat

Pada tanggal    : 20 Maret 2008

 

Comments are closed.